SAPTA
DARMA
KEDIRI-
Gadungan
adalah sebuah nama desa di kecamatan Puncu kabupaten Kediri provinsi jawa
timur. Didalam desa tersebut terdapat kepercayan yang bernama SAPTO DARMO
kepercayan itu yang mengajarkan warganya untuk menyembah Allah Yang Maha Kuasa
dan menjalankan hidupnya berdasarkan tujuh kewajiban suci ( darma ) agar
selamat hidup dunia dan akhirat. Sapta darma adalah sebuah aliran kebatinan
yang berarti tujuh kewajiban atau tujuh amal suci. Ajaran sapta darma memiliki
cara yang berbeda untuk menghadap kepada Allah ( sholat ) yang awalnya orang
harus duduk bersila,menghadap ketimur,tangan bersedekap sedemikian rupa, hingga
tangan kanan terletak pada tangan kiri, mata diarahkan kebawah, memandang tajam
ke satu arah, duduknya harus tegak lurus, bersikap tenang dan tidak boleh
memikiran apa-apa. Sapta darma bukan agama tetapi sebuah kepercayan menyebah
matahari dan pepohonan yang diyakini bahkan ada ilmu sejati. Desa Asmorobangun
dusun Sumber Suko ada 6 jemah, dalam KTP agamanya diganti oleh Kepercayan jika
ada jemah sapta darma yang meninggal
dunia ada yang mengurushi sendiri.
Pendiri aliran kebatinan Sapta Darma
adalah Hardjosapoero atau nama penggilannya Pak Sapuro beliau lahir pada tahun
1910 yang berasal dari Desa Sanding, daerah kediri. Walaupun ia buta huruf
namun tidak menghalanginya untuk aktif dalam gerakan sebuah organisasi.
Pekerjaan sehari-hari beliau adalah sebagai tukang cukur dan dukun untuk
memberikan obat-obatan dengan mengurut orang sakit.
Jika orang beragama islam beribadah
pergi ke masjid tetapi orang memiliki kepercayan sapta darma tempat ibadah
disebut “ Sanggar “ dan seseorang
Tuntunan yang ditunjuk sebagai pemimpin dan bertanggung jawab dalam
membina spiritual warga di sanggar. Warga sapta darma mengenal dua sanggar yaitu
sanggar Candi Sapto Renggo yang terletak di Jogjakarta dan merupakan pusat dari
kegiatan kerohanian sapta darma. Sanggar Candi Busono adalah sanggar yang
terbesar didaerah-daerah yang lain.
Dengan perkembangan teknolingi
sekarang kepercayan sapta darma juga mengalami perkembangan dengan pesat. Telah
mempunyai cabang di Jawa Timur, Samarindah,Ciamis dan Lematang ( Palembang ).
Pada tahun 2013 pengikut sapta darma terbanyak adalah di kota Semarang jumlahnya kurang lebih 1000 orang dan jumlah
seluruhnya meliputi puluhan ribu orang. Dalam salah satu situs resmi sapta
darma dikatakan bahwa kepercayan sudah menyebar ke seluhan provinsi di
Indonesia bahkan ke luar negeri.
Feature Oleh: Fitri Rahayu
Feature Oleh: Fitri Rahayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar