Jumat, 03 Mei 2013


SAPTA DARMA
            KEDIRI- Gadungan adalah sebuah nama desa di kecamatan Puncu kabupaten Kediri provinsi jawa timur. Didalam desa tersebut terdapat kepercayan yang bernama SAPTO DARMO kepercayan itu yang mengajarkan warganya untuk menyembah Allah Yang Maha Kuasa dan menjalankan hidupnya berdasarkan tujuh kewajiban suci ( darma ) agar selamat hidup dunia dan akhirat. Sapta darma adalah sebuah aliran kebatinan yang berarti tujuh kewajiban atau tujuh amal suci. Ajaran sapta darma memiliki cara yang berbeda untuk menghadap kepada Allah ( sholat ) yang awalnya orang harus duduk bersila,menghadap ketimur,tangan bersedekap sedemikian rupa, hingga tangan kanan terletak pada tangan kiri, mata diarahkan kebawah, memandang tajam ke satu arah, duduknya harus tegak lurus, bersikap tenang dan tidak boleh memikiran apa-apa. Sapta darma bukan agama tetapi sebuah kepercayan menyebah matahari dan pepohonan yang diyakini bahkan ada ilmu sejati. Desa Asmorobangun dusun Sumber Suko ada 6 jemah, dalam KTP agamanya diganti oleh Kepercayan jika ada jemah  sapta darma yang meninggal dunia ada yang mengurushi sendiri.
            Pendiri aliran kebatinan Sapta Darma adalah Hardjosapoero atau nama penggilannya Pak Sapuro beliau lahir pada tahun 1910 yang berasal dari Desa Sanding, daerah kediri. Walaupun ia buta huruf namun tidak menghalanginya untuk aktif dalam gerakan sebuah organisasi. Pekerjaan sehari-hari beliau adalah sebagai tukang cukur dan dukun untuk memberikan obat-obatan dengan mengurut orang sakit.
            Jika orang beragama islam beribadah pergi ke masjid tetapi orang memiliki kepercayan sapta darma tempat ibadah disebut “ Sanggar “ dan seseorang  Tuntunan yang ditunjuk sebagai pemimpin dan bertanggung jawab dalam membina spiritual warga di sanggar. Warga sapta darma mengenal dua sanggar yaitu sanggar Candi Sapto Renggo yang terletak di Jogjakarta dan merupakan pusat dari kegiatan kerohanian sapta darma. Sanggar Candi Busono adalah sanggar yang terbesar didaerah-daerah yang lain.
            Dengan perkembangan teknolingi sekarang kepercayan sapta darma juga mengalami perkembangan dengan pesat. Telah mempunyai cabang di Jawa Timur, Samarindah,Ciamis dan Lematang ( Palembang ). Pada tahun 2013 pengikut sapta darma terbanyak adalah di kota Semarang  jumlahnya kurang lebih 1000 orang dan jumlah seluruhnya meliputi puluhan ribu orang. Dalam salah satu situs resmi sapta darma dikatakan bahwa kepercayan sudah menyebar ke seluhan provinsi di Indonesia bahkan ke luar negeri.

Feature Oleh: Fitri Rahayu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar