KRISIS
AIR DIDUGA PIPA TERSUMBAT
KEDIRI-
krisis
air terjadi di Kecamatan Puncu Sabtu (20/4) seluruh warga desa Asmorobangun
mengalami krisis air yang di akibatkan pipa tersumbat oleh pepohonan dan tanah
longsor hujan yang deras. Bahkan warga setempat harus pergi ke dusun sebelah
untuk memenuhi kebutuhan air seperti memasak dan mandi,tempat yang warga tuju
adalah masjid Al-Falah dusun Sidorejo. Di desa Asmorobangun tidak ada sumur
bila ada hanya tempat-tempat tertentu dan dalamnya harus 150 m, sehingga warga
sekarang menggunakan Air PAM yang harganya cukup mahal RP 50.000,00 per bulan
bahkan lebih perumah mengalirnya 2 hari sekali. Jumlah sumur yang terbatas 1
desa hanya memiliki 4 sumur jarak rumah warga ke sumur tersebut 100 m.
Setelah 6 hari air baru mengalir
kerumah-rumah bahkan warga ingin unjuk rasa dengan masalah harga air yang akan
dinaikan oleh PDAM. Daerah Asmorobangun ke atas warga jarang menggunakan sumur
mereka menggunakan air PAM. Kecamatan Puncu juga pernah meneriam bantuan pipa
besi dari Jerman pipa tersebut yang dinamakan pipa tradisional. Bantuan itu
juga berupa air dari PEMDA kota Kediri untuk membantu krisis air.
Krisis air terjadi kalau musim
kemarau panjang dan mengalirnya air PAM 1 minggu sekali. Bahkan pemerintah
sendiri juga belum bisa memberikan solusi untuk mengatasi masalah air didaerah
Kecamatan Puncu yang dapat dilakukan hanya memberikan bantuan air bersih yang
mengambilnya warga dibatasi supaya seluruh warga mendapatkan air bersih. Para
petani resah masalah air karena ladang atau sawah tidak bisa di ari akibatnya
panen yang anclok tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Tidak para
petani saja yang resah tetapi peternak ayam juga kualahan masalah air.
Berita Oleh: Fitri Rahayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar