Jumat, 03 Mei 2013


KRISIS AIR DIDUGA PIPA TERSUMBAT
            KEDIRI- krisis air terjadi di Kecamatan Puncu Sabtu (20/4) seluruh warga desa Asmorobangun mengalami krisis air yang di akibatkan pipa tersumbat oleh pepohonan dan tanah longsor hujan yang deras. Bahkan warga setempat harus pergi ke dusun sebelah untuk memenuhi kebutuhan air seperti memasak dan mandi,tempat yang warga tuju adalah masjid Al-Falah dusun Sidorejo. Di desa Asmorobangun tidak ada sumur bila ada hanya tempat-tempat tertentu dan dalamnya harus 150 m, sehingga warga sekarang menggunakan Air PAM yang harganya cukup mahal RP 50.000,00 per bulan bahkan lebih perumah mengalirnya 2 hari sekali. Jumlah sumur yang terbatas 1 desa hanya memiliki 4 sumur jarak rumah warga ke sumur tersebut 100 m.
            Setelah 6 hari air baru mengalir kerumah-rumah bahkan warga ingin unjuk rasa dengan masalah harga air yang akan dinaikan oleh PDAM. Daerah Asmorobangun ke atas warga jarang menggunakan sumur mereka menggunakan air PAM. Kecamatan Puncu juga pernah meneriam bantuan pipa besi dari Jerman pipa tersebut yang dinamakan pipa tradisional. Bantuan itu juga berupa air dari PEMDA kota Kediri untuk membantu krisis air.
            Krisis air terjadi kalau musim kemarau panjang dan mengalirnya air PAM 1 minggu sekali. Bahkan pemerintah sendiri juga belum bisa memberikan solusi untuk mengatasi masalah air didaerah Kecamatan Puncu yang dapat dilakukan hanya memberikan bantuan air bersih yang mengambilnya warga dibatasi supaya seluruh warga mendapatkan air bersih. Para petani resah masalah air karena ladang atau sawah tidak bisa di ari akibatnya panen yang anclok tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Tidak para petani saja yang resah tetapi peternak ayam juga kualahan masalah air.

Berita Oleh: Fitri Rahayu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar