Kekeramatan
Sumber Pandanwangi
Sumber Pandanwangi, sebuah sumber mata air yang terletak di
desa Sumberagung, dusun Sumberagung, kecamatan Plosoklaten, kabupaten Kediri
dikenal keramat bagi masyarakat Sumberagung. Menurut narasumber Pak Sumarto
seorang tukang pijet, sumber Pandanwangi telah ada sejak beliau lahir dan
sekarang berumur kurang lebih 95 tahun. Sumber Pandanwangi ditemukan oleh dua
orang leluhur atau penguasa yaitu Raden
Ajeng Segati dan Seno Wasiso. Nama “Pandanwangi” berasal
dari pemberian kedua leluhur tersebut.
Keberadaan sumber Pandanwangi sangat bermanfaat bagi
masyarakat sekitar yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani. Manfaat
sumber tersebut digunakan untuk pengairan persawahan atau lahan pertanian.
Sumber Pandanwangi
juga memiliki nilai mistis sehingga masyarakat menganggap sumber tersebut
sebagai sumber keramat. Narasumber menyebutkan masih ada kejadian-kejadian atau
peristiwa mistis atau hal-hal yang sakral di tempat tersebut. Salah satu bukti
kesakralan sumber adalah lokasi sumber berada di pelataran tanah kering dan
terbuka. Kekeramatan sumber Pandanwangi juga tampak apabila masyarakat
berkunjung ke sumber ada pantangan atau larangan-larangan atau hal-hal yang
harus dihindari oleh pengunjung yaitu, perempuan tidak boleh berpakaian atau
memakai baju berwarna hijau asli dan jika mengetahui ada sarang “tawon locok”
tidak boleh diusik atau diganggu apalagi dirusak karena menurut kepercayaan
masyarakat, orang yang melanggar pantangan akan mendapat celaka.
Menurut
narasumber ada ritual tertentu yang harus dilakukan oleh masyarakat setempat.
Ritual tersebut sudah dilakukan sejak Kepala Desa dipangku oleh bapak Wiryo Sastro sampai saat ini. Acara
ritual dilakukan setiap tahun pada hari Jumat Legi bulan Oktober. Wujud ritual
seperti tumpengan dan berbabagai
macam acara hiburan. Ritual diadakan sebagai tanda untuk mengucapkan rasa
syukur kepada leluhur atau penguasa yang bermukim di Sumber Pandanwangi.
Berita
Oleh: Dwi Cahyaning Wulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar