Bangunan yang
selintas mirip rumah di atas sejatinya merupakan makam mbah Ageng Mangli yang
letaknya di Desa Manggis Ngancar Kabupaten Kediri. Rumah ini hanya berisi
sebuah makam saja. Makam ini dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat
yang membawa berkah. Tempat ini sering dijadikan sebagai tempat sadranan oleh
masyarakat sekitar maupun luar wilayah Desa Manggis.
Mbah
Toegiman(83th) adalah juru kunci dari makam Mbah Ageng. Menurut masyarakat
sekitar mbah Ageng dipercaya sebagi orang yang berpengaruh dari Dusun Sumber
Urip Desa Manggis Kec. Ngancar Kab. Kediri. Sebagai tempat yang dikeramatkan
oleh masyarakat sekitar, makam mbah Ageng tak pernah sepi dari Ziarah para
orang-orang yang mempercayainya. Tempat ini sering digunakan sebagai tempat
sadranan oleh masyarakat ketika ada hajad yang akan dilaksanakan. Biasanya
mereka membawa nasi berkat yang sering disebut ambengan oleh masyarakat
sekitar. Hajad mereka macam-macam, ada hajad mau khitanan, nikahan dan apa
saja. Mereka datang untuk berdoa dan tahlilan bersama-sama dengan keluarganya
yang didampingi oleh sang juru kunci sendiri. Adapula orang mengalami kesusahan
atau terjadi musibah, kemudian melakukan doa di makam tersebut sehingga lancer
urusannya.
Bukan
hanya masyarakat sekitar saja yang datang ke mbah Ageng, banyak juga dari luar
wilayah yang datang ke tempat tersebut. Tiap malam jumat Legi yang paling
banyak orangnya atau malam jumat yang lain juga sering datang. Tergantung
kebutuhan masing-masing. Makam tersebut terletak di tengah-tengah perkebunan
tebu milik Pabrik Ngadirejo. Makam berbentuk rumah yang terdiri dari dua kamar
dan ada pohon beringin yang besar di depan rumah. Meskipun jauh dari pemukiman
namun tidak terkesan horror seperti tempat-tempat yang dikeramatkan lainnya.
Menurut
Mbah Toegiman, mbah Ageng adalah sosok seorang pejuang pada masa kolonial
Belanda dulu, beliau adalah salah satu dari Laskar Diponegoro. Dulunya beliau
lari dari kejaran penjajah. Di Desa Jagul, terdapat dua makam satu laki-laki
dan perempuan, makam tersebut yang perempuan adalah istri dari mbah Ageng
sedangkan makam satunya hanya berisi tikar dan bantal dan diakukan sebagai
makam mbah Ageng. Makam tersebut bertujuan agar disangka Mbah Ageng sudah
meninggal bersama istrinya untuk mengelabui musuh. Kemudian Mbah Ageng
melanjutkan pelariannya dan beliau akhirnya mennggal di Dusun Sumber Urip di
Desa Manggis. Beliau juga merupkan ulama yang membawa ajaran agama islam ke
desa tersebut.
Mbah
Toegiman ketika sebelum menjadi juru kunci beliau bermimipi untuk menjaga makam
tersebut, akhirnya sampai sekarang beliaulah yang menjadi penjaga tempat
tersebut. Beliau bertugas menemani orang yang berziarah dan membersihkan tempat
tersebut.
Feature Oleh: Friska Faradilla
Tidak ada komentar:
Posting Komentar