Yogyakarta,
31 Mei 2013
Bakpia Djava
Yogyakarta adalah daerah tujuan
wisata terbesar kedua setelah Bali. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di
wilayah ini seperti: wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata
pendidikan dan lain-lain. Itulah sebabnya sebagian orang mengakui bahwa
Yogyakarta merupakan tempat lahirnya budaya Jawa.
Maka muncullah pencetusan sebuah
gagasan dalam menciptakan sebuah produk makanan yang kaya cita rasa yaitu
Bakpia Djava dengan resep tradisional tempoe doeloe. Menawarkan rasa kacang
ijo, keju, coklat dan kumbu. Bakpia Djava hadir pertama di Toko Kulon Jaya,
tepatnya daerah Pathok Jl. KS. Tubun Tubun 93 Yogyakarta.
Makanan oleh-oleh ini telah
terbukti sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan memiliki
pangsa pasar yang sangat besar. Selain menyajikan makanan khas tradisional
yaitu Bakpia Djava sebagai sajian utama, juga menyajikan berbagai makanan
tradisional lainnya, seperti: yangko, geplak, wingko, moci, wajik week, gethuk
Magelang, krasikan, aneka dodol, jenang, madu mongso, sale basah, wajik ciklin,
wajik kletik, sambal pecel, dan lain-lain.
Makanan tradisional Indonesia,
khususnya Bakpia Djava sangatlah kaya akan cita rasa. Paduan dari berbagai
macam bumbu yang eksotis, rasa gurihnya garam dan manisnya sangatlah dikenal
oleh segenap lapisan masyarakat di negara kita.
Toko Kulon Jaya menyajikan makanan
khas tradisional yang dikenal tersebut sebagai sajian utama, selain berbagai
macam makanan tradisional Indonesia
lainnya, seperti yangko, wingko, moci, wajik week, gethuk Magelang, krasikan,
aneka dodol, jenang, madu mongso Bandung dan lain-lain.
Feature oleh : Eva Lusiana