Senin, 01 Juli 2013

Kunjungan Ke Koran Kedaulatan Rakyat

MENGENAL LEBIH DEKAT KEDAULATAN RAKYAT

Kegiatan kami saat pertama kali dikumpulkan di kantor KR adalah mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Koran Kedaulatan Rakyat , Kegiatan Operasionalnya , dan  mengenai hal menarik seputar Kedaulatan Rakyat . Diterangkan oleh Ibu Suci VRP dan ditemani Bapak Iswantoro selaku wartawan di KR kami mulai dijelaskan mengenai KR . Pertama mengenai sejarah KR yang tadinya merupakan koran yang ditangani Jepang , kemudian diambil oleh pemuda-pemuda Indonesia. Kedaulatan Rakyat (KR), didirikan H. Samawi dan H Soemadi Martono Wonohito, adalah surat kabar harian yang terbit di Yogyakarta. KR terbit sejak 27 September 1945. Perusahaan surat kabar KR dipimpin oleh H. Soemadi M. Wonohito.
Semboyan KR adalah Suara Hati Nurani Rakyat. Terbit pertamakali pada tanggal 27 september 1945 , merupakan Koran ke 2 setelah Koran dengan bahasa jawa yang bernama “Sedya Tama” yang terbit 2 minggu sekali. Saat koran Sedya tama dibredel oleh tentara pendudukan jepang, kemudian tentara Jepang mendirikan percetakan dan menerbitkan Koran Sinar Matahari. Didorong keinginan menerbitkan Koran sendiri oleh Pemerintah Indonesia maka koran sinar matahari yang berkaryawan orang Indonesia, atas gagasan H. Samawi dan H Madikin Wonohito maka berdirilah percetakan dan harian Kedaulatan Rakyat ini. Nama harian “Kedaulatan Rakyat” diambil dari UUD 1945 alinea 4.
Koran merupakan media yang paling cepat digunakan untuk mengakses berita, itupun masih menggunakan mesin ketik. Koran KR memiliki harga relatif murah , karena ini merupakan koran lokal yang merakyat .Pada era globalisasi yang semuanya sudah berubah menjadi canggih ini menuntut semuanya serba cepat dan makin mutakhir. Koran sudah tidak diminati lagi, karena orang-orang lebih senang mengakses berita melalui internet . Sekarang jasa website online-news semakin merebak . Bahkan KR sendiri memiliki situs online, untuk dapat dibaca para pencermat berita yaitu Kedaulatan Rakyat News. Ibu Suci juga bercerita“ Bahkan di luar negeri, koran sudah tidak ada lagi dan mereka sudah menjadi negara digital.Semua sudah berubah dalam bentuk digital yang diakses melalui online-news. Biasanya koran dibagikan gratis di bandara-bandara,terminal dan stasiun secara gratis. Tapi beruntungnya di Indonesia, koran masih dijual dan banyak pembacanya”,tuturnya saat penjelasan Kunjungan Perusahaan. Kedaulatan Rakyat sendiri , mulai beroperasi mencetak koran-korannya saat malam hari, karena mungkin begitulah prosedur dari perusahaan. Jadi saat kami berkunjung ke sana mereka sedang tidak memulai proses produksinya .
Saat tiba di pabrik pembuatannya , kami dijelaskan oleh Wakil Kepala Bagian Percetakan yakni bapak Budi  mengenai cara-cara mesin bekerja dan bagaimana membuat gulungan-gulungan kertas sehingga menjadi lembaran-lembaran koran.Beliau menjelaskan jika pertama yang harus dilakukan meyiapkan gulungan kertas tipis , yang memang khusus untuk membuat koran .Harga kertas tersebut bernilai 1 juta rupiah lebih per gulungnya . Setelah itu kertas itu kertas ditaruh di mesin cetak, lalu gambar desain koran yang sudah didesain sebelumnya di komputer diprint , kemudian baru dipotong-potong dan dirapikan, dilipat menjadi sebuah koran. Dalam pemasangannya tidak mungkin terbalik, karena tadi sebelumnya sudah diberi nomor –nomor halaman yang menyebabkan tidak terjadinya kekeliruan. Setelah itu jadilah bereksemplar-eksemplar  koran yang siap untuk dijual. KR dijual Rp. 3000 per bijinya . KR mendapatkan keuntungan terbesar dari iklan-iklan yang dipasang disana, profit yang didapatkan 2500 rupiah per korannya. Setiap hari, KR mencetak sekitar 100.000 eksemplar yang didistribusikan ke Yogyakarta dan Jawa tengah bagian selatan seperti di Magelang, Klaten,Solo, Kulon Progo, Purworejo,Gunung Kidul , dan dalam jumlah sedikit ke DKI Jakarta .

Feature Oleh : Fitria Nuris Sholikah (09.1.01.07.0069)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar