Malioboro
Pusat Manik-Manik Dan Seniman
Jogja
– Malioboro adalah kota yang kehidupan di kelilingi banyak seniman dan pengkrajin
bahkan lingkungan di sana kebudayaan jawa yang sangat ketal. Di dalam kehidupan
keraton sering mengadakan kirab akbar sepanjang jalan tersebut akan dipenuhi
karangan bunga. Pada saat pimpinan seniman Malioboro Umbu Landu Paranggi
mengadakan sebuah pertunjukan di ssat itu penoton duduk di bawah beralaskan
tikar ( lesehan ) sejak itu lah kebudayaan duduk lesehan ditrotoran identik
dengan malioboro. Saat ini malioboro menjadi denyut nadi perdagangan dan
belanja. Di sana banyak berbagai aneka barang yang diinginkan seperti
manik-manik cantik cenderamata unik, batik klasik, emas dan permata bahkan
peralatan rumah tangga juga tersedia. Selain cenderamata juga terdapat makanan
seperti bakpia patok,sate ayam, pedagang baju yang bergambarkan adong dan
sepedah ontel. Di malioboro juga ada seniman yang berdandan hantu diajak untuk
berfoto setelah foto warga yang wau berfoto dengan biaya RP 10.000 . banyak
warga yang antusias untuk foto dengan hantu karena tempat yang setrategis di
sepanjang jalan raya yang mudah di jangkau oleh pejalan kaki.
Di sana ada para mahasiswa yang
kampaye tentang bebas asap rokok yang dihimbaukan tentang bahaya merokok yang
dapat merusak jantung dan kanker hipentensi. Semua waraga Jogja di ajak untuk
menghimbau bahaya merokok khususnya bagi kalangan remaja. Warga Jogja menyambut
kampanye tersebut dengan senang hati karena menambah wawasan kesehatan.
Feature
Oleh : Fitri Rahayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar