Jumat, 07 Juni 2013

misteri parangtritis



MISTERI  PANTAI   PARANGTRITIS


Sejarah nama Parangtritis menarik. Konon, ada seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit bernama Dipokusumo yang melakukan semedi di kawasan ini. Ketika sedang bersemedi, ia melihat air yang menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang). Kemudian ia memberi nama daerah tersebut Parangtritis yang berarti air yang menetes dari batu.
Pantai Parangtritis diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Keraton Jogja, dan Pantai Parangtritis itu sendiri. Masyarakat setempat meyakini Pantai Parangtritis merupakan bagian dari daerah kekuasaan Ratu Selatan atau yang dikenal dengan nama Nyai Roro Kidul. Menurut mereka, Nyai Roro Kidul menyukai warna hijau, oleh karena itu wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis disarankan tidak memakai baju berwarna hijau. Selain sarat dengan kisah misteri Nyai Roro Kidul, Pantai Parangtritis juga dikisahkan sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah Panembahan Senopati selesai menjalani pertapaan. Selain terkenal sebagai tempat rekreasi, Parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah satu tempat untuk melakukan upacara Labuhan dari Keraton Jogjakarta.

Feature Oleh : Dwi Ningrum Hariyanti

malioboro



Malioboro Pusat Manik-Manik Dan Seniman 


            Jogja – Malioboro adalah kota yang kehidupan di kelilingi banyak seniman dan pengkrajin bahkan lingkungan di sana kebudayaan jawa yang sangat ketal. Di dalam kehidupan keraton sering mengadakan kirab akbar sepanjang jalan tersebut akan dipenuhi karangan bunga. Pada saat pimpinan seniman Malioboro Umbu Landu Paranggi mengadakan sebuah pertunjukan di ssat itu penoton duduk di bawah beralaskan tikar ( lesehan ) sejak itu lah kebudayaan duduk lesehan ditrotoran identik dengan malioboro. Saat ini malioboro menjadi denyut nadi perdagangan dan belanja. Di sana banyak berbagai aneka barang yang diinginkan seperti manik-manik cantik cenderamata unik, batik klasik, emas dan permata bahkan peralatan rumah tangga juga tersedia. Selain cenderamata juga terdapat makanan seperti bakpia patok,sate ayam, pedagang baju yang bergambarkan adong dan sepedah ontel. Di malioboro juga ada seniman yang berdandan hantu diajak untuk berfoto setelah foto warga yang wau berfoto dengan biaya RP 10.000 . banyak warga yang antusias untuk foto dengan hantu karena tempat yang setrategis di sepanjang jalan raya yang mudah di jangkau oleh pejalan kaki.
            Di sana ada para mahasiswa yang kampaye tentang bebas asap rokok yang dihimbaukan tentang bahaya merokok yang dapat merusak jantung dan kanker hipentensi. Semua waraga Jogja di ajak untuk menghimbau bahaya merokok khususnya bagi kalangan remaja. Warga Jogja menyambut kampanye tersebut dengan senang hati karena menambah wawasan kesehatan.   
Feature Oleh : Fitri Rahayu     

kunjungan ke Koran Kedaulatan Rakyat



MAHASISWA UNP KEDIRI KUNJUNGI KEDAULATAN RAKYAT
               
“Suara Hati Nurani Rakyat”  itulah yang menjadi semboyan Kedaulatan Rakyat selama ini. Kedaulatan Rakyat merupakan sebuah nama surat kabar di Yogyakarta yang  merupakan koran lokal tertua yang masih terbit hingga kini di Indonesia. KR sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat Jogja. 
Kedaulatan Rakyat bergerak dibidang jurnalistik  yang didirikan oleh H.Samawi (1913-1984) dan H.Soemadi Martono Wonohito (1912-1984). KR terbit sejak 27 September 1945 yang dipimpin oleh  H. Soemadi M. Wonohito. Kedaulatan Rakyat terbit setiap hari dengan jumlah halaman yang awalnya 16 halaman yang sekarang menjadi 24 halaman dan oplah lebih dari 125.000 copi. 

Jumat, 30 Mei 2013 mahasiswa UNP Kediri mengunjungi KR untuk mata kuliah jurnalistik. Teman –teman sangat antusias ingin segera bertemu dengan  wartawan KR dan berbagi pengalaman. Rombongan dari UNP sampai pukul 09.30 yang disambut dengan salah satu karyawan KR yang cantik. Setelah berbincang-bincang mengenai berdirinya KR rombongan mahasiswa UNP Kediri dipersilakan untuk sekedar tau tempat dimana KR dibuat hingga bisa dinikmati oleh masyarat. 

Acara kunjungan ini telah memberi banyak sekali kenangan dan wawasan kepada rombongan UNP Kediri, oleh karena itu salah satu dosen jurnalistik UNP kediri menyerahkan cinderamata sebagaai tanda terima kasih telah diberi kesempatan yang sangat berharga ini. Acara ditutup dengan memberikan oleh-oleh khas kediri. 

Feature Oleh : Fitri Aryani

makanan khas Yogjakarta



JENANG KRASIKAN DAN GUDEG JOGJA

Kunjunganku di Jogjakarta kali ini lagi-lagi ditujikan pada sebuah kue-kue yang ada di Malioboro Jogjakarta. Di Malioboro ini banyak sekali penjual kue untuk oleh-oleh. Kali ini saya tertuju pada sebuah kue yang di Kediri tidak ada, dan ini adalah kue khas Jogjakarta, yaitu kue jenang krasikan. Kenapa dijuluki jenang krasikan? Karena kue jenang ini tidak sama dengan kue jenang-jenang lain. Bahkan kue jenang ini sebenarnya sama dengan jenang-jenang yang lain, Cuma ada bedanya, kalau jenang biasa (bukan jenang krasikan), itu jenangnya halus dan tidak ada bintik-bintiknya, dan kalau dimakan rasanya tidak kasar.
Jenang krasikan ini bahan yang sama dengan kue jenang biasanya, Cuma ada tambahannya yaitu beras ketan dan wijen yang digoreng di sangrai (wajan yang terbuat dari tanah liat). Beras ketan dan wijen ini digoreng setengah matang dan digiling agak kasar. Setelah itu dicampurkan pada jenang yang sudah hamper siap diangkat  (sudah matang). Lalu jenang itu diangkat dan ditaruh pada Loyang/tempat jenang yang  sudah disiapkan. Jadilah kue jenang krasikan khas Jogjakarta, dan kuejenang ini tidak ada di tempat-tempat lain.
Selain kue jenang krasikan, adalagi sayur khas jogja, yaitu Gudeg Jogja.Menurut Bu Kartini, sayur gudeg jogja ini banyak sekali peminatnya dan bahan dari gudeg jogja ini adalah gori yang masak dengan rasa yang agak manis, gudeg jogja ini cara memasaknya tidak diiris lembut, melainkan hanya dibelah menjadi beberapa potong dan masak sampai lunak dan empuk,  dan hingga kuahnya tidak ada (habis), dan warnanya yang khas agak kecoklatan dan rasa yang manis dan gurih serta lezat. Itu adalah gudeg jogja sayur khas jogja dan tidak ada di kota lain. 

Feature Oleh : Sri Diyana

pusat perbukuan



Yogyakarta, 31 Mei 2013
Shopping Buku Komplit
Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, maka banyak pusat perbukuan. Salah satu pusat perbukuan terbesar di Yogyakarta adalah Shopping Buku Komplit yang terletak di sebelah Taman Pintar.
Menurut keterangan Pak Fadillah, Shopping Buku Komplit sudah ada sejak tahun 1980. Terdiri dari 125 ruko dan 2 lantai, setiap ruko adalah milik perorangan. Dahulu Shopping Buku Komplit ini bernama kios buku. Setiap ruko dalam Shopping Buku Komplit terdiri dari berbagai jenis buku. Mulai dari buku pendidikan, kesehatan, sastra, novel dan komik. Pembelian buku dan jumlah eksemplar tergantung jumlah permintaan pembeli.
Nama dari setiap ruko diambil dari nama pemiliknya seperti: TB Fadillah, yang merupakan kios atau toko buku milik Pak Fadillah.

Feature Oleh : Eva Lusiana