Rabu, 15 Mei 2013



Longsor Akibatkan Saluran Air Terhambat
Kamis 18 April 2013, hujan deras yang disertai angin kencang yang mengakibatkan longsor di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Jawa Timur sehingga saluran air yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi warga Desa Satak menjadi terganggu.
Menurut warga di sekitar kejadian, longsor terjadi pada pukul 14.30 (sore hari). Saat itu pipa saluran air tertimpa oleh pohon besar. Sehingga warga dan beberapa anggota KKN UNP Kediri yang kebetulan menjalankan Kuliah Kerja Nyata di Desa Satak ikut membantu menyambung pipa saluran air ,agar warga Desa Satak bisa kembali mendapatkan air dengan lancar. Karena sudah lima hari berturut turut warga Desa Satak resah kekurangan air.
 Menurut Bapak Waloyo salah satu warga Desa Satak mengatakan bahwa saat longsor terjadi tidak ada satupun korban, karena letaknya jauh dari pemukiman. Warga Desa Satak berharap agar saluran air segera tersambung, karena peranan air sangat penting untuk kegiatan sehari-hari terutama Desa Satak yang sebagian penduduknya petani dan peternak.
Berita Oleh: Fitri Ariani


Senin, 13 Mei 2013



Sumber Banteng, Sumber Kehidupan Masyarakat

Di selatan desa Sempu terdapat mata air yang menjadi sumber kehidupan karena disaat PDAM rusak banyak masyarakat sekitar yang mengambil air di tempat tersebut. Warga sekitar menamkan tempat tersebut dengan sumber banteng.
Pemberian nama Sumber banteng tidak terlepas dengan kejadian yang pernah terjadi ditempat tersebut. Dulu tempat tersebut digunakan banteng untuk minum, meskipun didaerah sekitarnya kekeringan tapi sumber mata air tersebut tidak pernah kering padahal sumber mata airnya kecil.
Sebelum ada PDAM sumber banteng sangat membantu warga dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di desa sempu, sampai warga desa menyebut sumber banteng sebagai sumber kehidupan masyarakat. Sampai sekarang banyak warga desa yang masih mengambil air dan mandi di sumber banteng karena pasokan air dari PDAM tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih.
Heri (28), Banyak warga yang mempercayai kalau di sumber banteng terdapat kekuatan magis. hal ini pernah menimpa pemuda sempu. Kejadian itu bermula saat pemuda tersebut merusak patung sapi yang terdapat di sumber banteng, beberapa hari kemudian pemuda tersebut mati dirampok disebelah sumber banteng, sampai sekarang pembunuhnya tidak ditemukan.

“waktu itu ada pemuda merusak patung sapi yang ada, dan beberapa hari setelah itu pemuda tersebut mati dirampok” ungkapnya.
Pembangunan patung yang ada di sumber banteng terjadi karena tragedi yang menimpa mahasiswa KKN yang berasal dari IKIP PGRI Kediri tahun 1997, mahasiswa tersebut bernama Qomariyah (21). Pada waktu itu, mahasiswa tersebut sedang menstruasi dan tidak mengetahui kalau wanita yang sedang menstruasi tidak boleh mandi atau masuk ke sumber banteng.
Setelah pulang dari Sumber Banteng Mahasiswa tersebut langsung kesurupan ketika sampai di posko KKN, teman-teman sekelompok bingung dan memanggil Dosen Pembimbing KKN. Karena Dosen Pembimbing KKN juga tidak mengatasi akhirnya masalah tersebut di pasrahkan kedesa, oleh desa dipasrahkan ke sesepuh desa sempu.
Sesepuh desa akhirnya melakukan mediasi dengan makhluk yang merasuki mahasiswa tersebut, dan makhluk tersebut mau keluar apabila dikorbankan seekor sapi. Permintaan tersebut disanggupi sesepuh desa, dan akhirnya dibuatkan patung sapi beserta penggembalanya sebagai ganti sapi tersebut.
Sampai sekarang patung sapi tersebut masih ada dan terawat dengan baik, untuk mengantisipasi kejadian yang pernah menimpa mahasiswa tadi Warga sekitar selalu menginatkan kepada Warga pendatang kalau sedang menstruasi tidak boleh ke sumber banteng.

Feature Oleh: Fitria Nuris Sholikah 4B (09.1.01.07.0069)

Antusias Warga Dengan Adanya KKN

Kediri, Peserta KKN Kelompok 07 di Desa Sempu mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar. Rabu (10/04/2013) pemuda karang taruna berbondong-bondong ke posko KKN untuk membantu papan nama jalan yang menjadi program peserta KKN. Pukul 08.00Sekitar 40 pemuda yang merapat ke Posko.
Hal ini berkat komunikasi peserta KKN dan Karang taruna terjalin dengan baik. Dukungan ini merupakan salah satu pemicu berhasilnya program KKN yang dibawa peserta KKN ke Desa Sempu.
“Saya siap membantu pelaksanaan program KKN yang direncanakan sesuai dengan kapasitas saya sebagai ketua karang taruna” ungkap Heri Setiawan Selaku Ketua Karang taruna Desa Sempu.
Desa sempu sebelumnya juga sering digunakan untuk tempat KKN dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Malang maupun dari Kediri. Sehingga masyarakat berantusias jika ada mahasiswa yang KKN di desa Sempu.
Eko (25), salah satu pemuda berharap dengan adanya program KKN memicu semangat pemuda desa untuk menuntut ilmu sampai keperguruan tinggi. Karena SDM di Desa Sempu terhitung masih rendah.
“Saya berharap dengan adanya Program KKN ini bisa memicu minat pemuda untuk menuntut ilmu sampai ke perguruan tinggi” ungkapnya.
Sugianto (48), Kepala desa Sempu juga berharap kepada Mahasiswa yang KKN untuk bisa menyatu dengan masyarakat desa sempu sehingga terjalin hubungan yang harmonis, dan mahasiswa KKN bisa nyaman di desa Sempu.
“Mahasiswa hendaknya bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik dalam berpikir, dan bisa menyatu dengan warga” tandasnya.
Keberhasilan pelaksanaan Program KKN tidak terlepas dengan adanya partisipasi warga yang sangat antusias.

Berita Oleh: Fitria Nuris Sholikah 4B (09.1.01.07.0069)

Minggu, 12 Mei 2013

Selamatan Giling PG Pesantren Baru
Dalam rangka selamatan Giling Pabrik Gula Pesantren Baru tahun 2013 yang dilakukan di desa Ploso kidul- Plosoklaten ini diadakan dengan sangat meriah. Diantaranya dengan diadakannya lomba-lomba seperti lomba fashion show, lomba tiup balon, lomba joget, dan penampilan tari jaranan dan sekarwilis dari siswa-siswi TK/SD Plosokidul kecamatan Plosoklaten. Acara selamatan giling P.G. Pesantren Baruini diadakan rutin tiap tahun. Dalam perlombaan-perlombaan ini diadakan hadiah menurut juara 1, 2, 3, dan 4. Untuk lomba joget dan tiup balon hadiahnya adalah berupa peralatan sekolah. Sedangkan untuk perlombaan fashion show ini diambil juga juara 1, 2, 3, 4, dan hadiah dalam lomba fashion show ini adalah tropi. Dimana yang memberikan hadiah ini juga dari P.G. Pesantren Baru desa Plosokidul-Plosoklaten.Acaraini melibatkan semua perangkat desa Plosokidul dan semua warga desa Plosokidul. Terutama P.G. Pesantren Baru desa Plosokidul-Plosoklaten. Pak Suciptodari P.G. Pesantren Baru salaku pegawai dari pabrik gula tersebut dan sebagai panitia penyelenggaraan diadakannya selamatan ini. Bu Anti adalah kakak dari pak Sucipto, sebenarnya beliau asli dari plosokidul. Karenaikut suami, jadi beliau tinggal di Burengan.Biasanya acara ini dilakukan di P.G. Pesantren Baru sendiri, tapi tahun ini di adakan di balai desa yang dekatdengan P.G. Pesantren Baru tersebut. (Pak Yudi)
Sebenarnya di desa Plosokidul itu ada sebuah paguyuban ketoprak yang dipimpin oleh pak Lelor. Tapi paguyuban itu bukan asli dari desa itu melainkan paguyuban pendatang dari kota Tinalan. Di desa Plosokidul paguyuban tersebut hanya mengontrak selama 6 bulan, setelah itu paguyuban tersebut akan berpindah tempat ke tempat lain. (Pak Wahyu)
Berita Oleh: Sri Diyana

Jumat, 10 Mei 2013


Sakit Kambuh, Di Sangka Warga Kesurupan

NGANCAR – warga Desa Kunjang Dusun Sindurejo Kecamatan Ngancar  Kabupaten Kediri pagi-pagi  sudah dihebohkan oleh seorang anak yang di sangka kesurupan. Warga juga sempat berinisiatif  memanggil paranormal yang bisa mengusir roh ghoib dari tubuh bocah tersebut.
Seorang anak berusia sekitar 14 tahun yang duduk di bangku SMP  klas 2, mempunyai penyakit lama yang kemarin selasa 9 april 2013 pukul  23.30 sempat di hebohkan warga sekitar  rumahnya. Yahya Dwi  Sulistiono ( 14 tahun  ) berteriak-teriak di malam hari dengan  tubuh yang  mengejang. Suyitno ( 43 TAHUN )  sebagai  ayah Yahya sontak  kaget dan mencari sumber suara tersebut. Suyitno ( 43 TAHUN )  yang  mendapati anaknya di dalam kamar dengan keadaan  tubuh yang mengejang langsung merangkul anaknya dengan mimik  wajah yang sangat khawatir.
Teriakan Yahya mereda sampai akhirnya  rabu  pagi pukul  07.00 warga menggotongnya ke rumah sakit. Dari keterangan warga setempat yaitu Heru ( 40 tahun ), anak itu mempunyai penyakit Tetanus Dalam  kata ayahnya. Dulu anak itu pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan penyakit tersebut dan tadi malam penyakit itu kambuh bukan kesurupan, ujar Heru  ( 40 TAHUN ) tetangga depan rumah yahya.
Berita oleh: Ina Mahfufah

Berkebun Sambil Menikmati Manfaat Tanaman Kopi
Menanam kopi merupakan salah satu kegiatan sehari-hari di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Jawa Timur. Kopi yang kemudian akan diolah menjadi kopi bubuk yang beraroma kahas. Selain biji kopi yang selama ini menjadi bahan utama untuk membuat minuman kopi, warga Desa Satak dengan Mahasiswa KKN UNP Kediri , Rabu 24 April 2013, pukul 09.00 WIB ( pagi hari) melakukan uji coba bahwa kopi tidak hanya bijinya saja yang bermanfaat untuk disedu, tetapi daun kopi (teh daun kopi) pun juga mimiliki sejuta manfaat yaitu dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan deabetes.
Teh daun kopi memiliki kandungan kafein yang sedikit dari pada kafein yang terdapat dalam kopi atau teh. Selain itu teh daun kopi mengandung anti dioksidan tinggi yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Mampu menurunkan hipertensi dan melancarkan saluran pernafasan.
Cara membuat teh daun kopi terbilang unik. Sebelum diseduh, daun kopi ditusuk seperti sate dan dibakar agar kandungan airnya hilang. Setelah kering dan gosong, lalu dijadikan remahan kecil dengan meremasnya. Setelah menjadi serpihan, lalu dimasukkan pada teko dan dituangkan air panas.
Feature Oleh: Fitri Ariani


KEDIRI MEMPRIHATINKAN

Rumah yang ada dibelakang saya adalah rumah yang didalamnya terdapat kehidupan yang cukup memprihatinkan. Kami sengaja mengambil gambar di pagi hari dalam keadaan seluruh penghuni masih terlelap.
Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan di Ds. Ngancar Dsn. Panceran Kec. Wates. Salah satu program yang dilakukan mahasiswa KKN adalah program penyuluhan kerumah-rumah warga. Pada hari Senin, 08 April 2013 tepat pada pukul 09.00 WIB mahasiswa KKN mulai melaksanakan program penyuluhan tersebut. Ada satu rumah warga yang menjadi incaran kami, rumahnya cukup unik dan dikelilingi pohon-pohon besar dan rumahnya masih terbuat dari kayu.
Perlahan kaki kami membawa kami kepekarangan rumah tersebut, meskipun sedikit kejanggalan mulai dapat kami rasakan, dan disitulah kami ingin tahu kejanggalan apa yang terjadi di rumah tersebut.Perempuan paruh baya keluar dari rumah tersebut. Setelah kami menemui salah satu penghuni rumah tersebut mulailah kami sedikit berbincang-bincang mengenai kesehariannya dirumah.
Disinilah kami mendapat jawaban tentang kejanggalan-kejanggalan yang kami rasakan. Dari pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan tidak satupun jawaban yang ia berikan sesuai dengan pertanyaan, tidak lama kemudian datang seorang laki-laki yang berbadan besar dengan rambut terurai panjang, wajah yang dipenuhi bulu, berpakaian yang tidak layak dipakai dan dengan pandangan yang cukup menakutkan bagi saya khususnya.
Tanpa berpikir panjang saya langsung lari meninggalkan teman-teman keluar dari rumah tersebut tanpa mengucapkan satu katapun. Tidak lama teman-teman keluar dari rumah unik tersebut, dan disinilah kami menyimpulkan bahwa penghuni rumah tersebut mengidap gangguan mental.
Setelah kejadian itu kami baru mencari info mengenai hal-hal itu kepada warga sekitar, dan ternyata dibenarkan anggapan kami tentang satu keluarga yang mengidap gangguan mental. Bahkan warga yang rumahnya berdekatan sudah meninggalkan kediamannya karena mereka merasa tidak aman dan tidak nyaman hidup disitu. Menurut info yang saya dapat salah satu dari mereka (pengidap gangguan mental) pernah hampir membunuh saudaranya sendiri. (Ifa Nurjanah)
Feature Oleh: Ifa Nurjanah